Ayah Haringga Sirla Murka, Meminta Pengeroyok Anaknya Dieksekusi Mati

Berita maut Haringga Sirla, seorang suporter sepak bola yang tewas dikeroyok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) masih menghiasi kabar dalam beberapa hari ini. Pihak keluarga yang ditinggalkan mencicipi luka yang amat mendalam, ihwal pengeroyokan akhir fanatisme buta dari beberapa oknum suporter pada anaknya yang berusia 23 tahun. Hal itu terpancarkan dari raut wajah dan lisan kedua orang tuanya.

“Pokoknya jangan hingga ada satu pun yang lolos, semuanya harus dieksekusi setimpal,” kata Mirah, ibu dari almarhum Haringga Sirla yang dilansir dari Tribun.

Melihat kondisi anaknya yang tewas dengan cara tidak yang tak berkeprimanusiaan itu, menciptakan Mirah tak bisa menahan kesedihannya. Sedangkan ayahnya, Siloam meminta semoga semua pelakunya diberi sanksi mati, alasannya sikap keji yang ditunjukkan para oknum suporter tersebut.

“Kalau saya ingin pelaku dieksekusi mati semua,” kata Siloam ketika prosesi pemakaman di rumah sedih dilansir dari laman yang sama.