Rapalan Kalimat Tauhid Ketika Pengeroyokan Jakmania Itu, Konon Bohong Bung!

Masih hangat dibenak beberapa pasang mata yang menyaksikan video pengeroyokan yang tersiar luas di media sosial, bahkan hingga ruang-ruang chatting di gawai bung mungkin ada yang membagikan alasannya ialah pilu dan ingin memberitahukan. Bahwa ada perilaku beberapa orang yang bermetamorfosis menyerupai binatang. Lantaran dibutakan oleh fanatisme berlebihan. Dalam beberapa video pun ditemukan adanya kalimat tauhid “Laa Ilahailallah” saat mengeroyok Harlingga Sirla.

Namun dilansir dari Republika, kalimat suci itu tidak. Hal ini dinyatakan eksklusif kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudho Wisnus Andiko.

“Tidak ada, jangan membawa isu apapun dalam kejadian,” kata Trunoyudho.

Komisaris besar tersebut pun meminta biar tidak menarik isu apapun ke dalam kasus tewasnya Haringga, apalagi isu sensitif macam SARA alasannya ialah bisa menjadikan perpecahan di masyarakat. Sehingga ia memastikan jikalau kasus ini ditangani kepolisian dan murni merupakan kasus pidana.

“Kepolisian, dalam hal ini Polda Jabar, objektif dan proporsional serta profesional menurut KUHAP untuk proses penyelidikan dan penyidikan,” kata Trunoyudho menegaskan.

Haringga Sirla harus tewas sehabis berupaya mendukung tim kesayangannya secara eksklusif di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung. Setelah dikeroyok oleh oknum bobotoh yakni Goni Abdulrahman (20 tahun), Aditya Anggara (19 tahun), Dadang Supriatna (19 tahun), SMR (17 tahun), DFA (16 tahun), Budiman (41 tahun), Cepy Gunawan (20 tahun), dan Joko Susilo (31 tahun).